Senin, 03 November 2014

Ketika Si Penulis Lagi Tsurhat

Saya seketika memikirkan sesuatu, iya baru mikir soalnya tadi laper otak jadi kaga jalan. Ya sebelum kekenyangan ini mengantukkanku, saya tuangkan pikiran disini sajalah, mulai membiasakan diri berkencan dengan postingan di blog ini. *kode

Sejenak saya berpikir, sebenarnya seringkali sih, "Apa iya kalau update, ngtweet or sharing segala sesuatu di media sosial itu apa harus ye dengan kondisi yang kita alami pada saat itu juga?" Saya memang sering menulis curhatan ( pengakuan.red ), tetapi kalau saya berpikiran sebagai seorang penulis nih ya.... semua yang saya tulis bukan berarti tentang saya semuanya lah, kalau mau nulis biografi tokoh yang saya sebagai narasumbernya ya itu tentu harus sesuai dengan perjalanan hidup tokoh tersebut. Iya saya memikirkannya, entah terjadi juga sama kamu atau tidak saya pun tidak peduli.

Banyak orang yang membuat saya menuliskan tentang hal ini, kenapa? Iya karena orang tersebut selalu beranggapan apa yang saya tulis maka itu pula yang terjadi pada diri saya. Bayangkan saja, saya menulis, "Oh hari ini sedang cerah ya, cewek itu terlihat sangat manis, rambutnya tergerai dan aroma tubuhnya mengingatkanku padamu yang kemarin menyapaku dibawah rinai hujan" kemudian saya diteror banyak sekali pertanyaan "Hayoo okie sama siapa?", "Nyet bicarain siapa?", "Gue cemburu loh!" Busettt dahhh hancur dunia persilatan. Udah kayak artis kondang aja, dan sialnya banyak orang yang tidak mau memahami kalau saya memang kebanyakan asal nulis saja.

"Langsung tanya aja kalau ada masalah, kaga usah lah dengerin kata orang" kata-kata ini yang selalu saya tekankan kepada semua yang dekat dengan saya, dan saya juga benci mengulanginya. Benci karena menduga-duga dan masalah pun tidak pernah selesai, seringkali masalah justru dipendam dan kalau ada suatu pertengkaran selalu BYOOORRRR keluar semua pertanyaan dan kegamangan rasa yang lama terpendam. Masalah semakin runyam dan akhirnya selalu ada yang dikorbankan dan sakit pada akhirnya.

Kalau kamu mulai timbul rasa ketidakpercayaan, coba tanyakanlah, apabila dia tidak bisa dipercaya untuk seterusnya, maka tinggalkanlah. Membuat orang berubah itu bisa, tetapi kalau kita membuang waktu untuk terus berharap perubahan? iyaaa itu kamu sudah jadi korban sinetron. Orang yang mencintaimu sejatinya rela berubah untukmu demi kebaikan kalian walau kamu selalu berkata "jangan". SUPERR SEKALI.

Finally, melenceng dari konteks pembahasan ya? menurutku ini tidak melenceng banget, yang lebih parah banyak. :p

@yoggysatya
Kediri, kekenyangan setelah berbuka

Bagikan

Jangan lewatkan

Ketika Si Penulis Lagi Tsurhat
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka artikel Hot Coffee Beans? Tambahkan email untuk langganan baca. :)

Holla, terimakasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak kamu di komentar ya. :)