Senin, 08 Februari 2016

Filosofi Awan

Filosofi Awan. Pagi ini mata saya menangkap potret awan lagi, entahlah akhir-akhir ini saya lebih suka memandang langit. Beruntungnya nih ya, rumah saya terasnya itu lapangan sepak bola (berasa punya lapangan pribadi) jadi pandangan ke atas itu bisa lapang sekali. Meskipun bentuk awan seringkali cepat berubah, dan pembentukan yang “ngeh” dilihat hati saya pun jarang terlihat, tsaaahhhh.

Awan itu obat penenang bagi saya, meskipun bentuknya mudah berubah. Saya bisa berimajinasi semau jidat saya sendiri, seperti di film-film animasi yang terkadang bentuk awannya berupa mobil, paha ayam goreng, ada orang menari, ada dian sastro lagi jalan-jalan sama saya, ada yang suka bikin baper, ada yang rese, ada yang cemburuan, lhaahh kok jadi ngelantur gini, hahaha.

Awan memang lukisan-Nya yang tiada dua, selalu membuat takjub apabila membentuk suatu pola yang rasanya tidak asing bagi kita. Toh, imajinasi setiap orang berbeda-beda, jadi meskipun bentuknya sama tetapi cara pandang setiap individu itu seringkali berbeda. Pada akhirnya, “Itu loh awannya seperti bentuk buaya, matanya yang di atas, terus lihat tuh mulutnya menganga, ekornya disebelah kanan tuh ada gerigi-geriginya, lihat ndak?” ketika ada penjelasan rinci seperti ini , orang lain baru mengerti apa yang menjadi pikiran kita tentang awan tersebut. 

Sama seperti bentuk awan, manusia mempunyai masalah yang beragam. Tetapi memang dasarnya manusia yang suka memendam masalahnya dan berlalu begitu saja, sama seperti pergerakan awan yang cepat berubah. Manusia pada akhirnya akan melepaskan masalahnya pada suatu saat nanti, dan itu bukan masalah sepele, tetapi kumpulan dari beberapa masalah yang dia pendam sendirian selama ini. Oleh karena itu kita perlu membicarakan pandangan kita, apa yang kita lihat pun kita rasakan kepada orang lain, seperti menceritakan gambaran detail awan yang kita imajinasikan sendiri, tujuannya agar orang lain bisa mengerti apa kemauan pun harapan kita. Kalau orang lain tetap saja tidak mengerti bagaimana? Setidaknya kamu sudah lega, apa yang menjadi uneg-uneg sudah tersampaikan. Toh sebenarnya semua manusia ingin didengar dan dimengerti, kan?

Berikut ini foto-foto jepretan saya hari ini :
Filosofi Awan Yoggy
Awan ini menyerupai serigala/ singa :D

Filosofi Awan Yoggy Satya
Coba lihat, ada bentuk kepala dan setengah badan :D

Awan Berbentuk Burung
Awan ini seperti burung mengepakkan sayap

Awan Berbentuk Wajah
Lihat, ada bentuk wajah seseorang (jelas sekali)

Awan berbentuk Dewa Artemis
Awan ini seperti Artemis, Ada dewa dan burung (bukan rusa, haha)

Terimakasih sudah meluangkan waktu tersesat di blog ini, meskipun judulnya Filosofi Awan, maafkan kalau isinya tidak nyambung. Menulis ini pun pikiran saya lagi mbuh, haha. Oh ya, Selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakan. See ya!

Bagikan

Jangan lewatkan

Filosofi Awan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka artikel Hot Coffee Beans? Tambahkan email untuk langganan baca. :)

14 komentar

Tulis komentar
avatar
8 Februari 2016 16.02

dulu sempet nonton video orang memfoto awan selama 10 tahun di titik yang sama. itu keren :D

saya juga pernah denger mitos. bentuk awan tertentu menandakan lagi banyak ikan di laut. karena langit memantulkan penampakan yang ada di laut. hahahahahaha

Reply
avatar
8 Februari 2016 16.57

Waahhh pastinya keren dong :D

ohhh, sudah kudugaaa :)
#manggut2 :D

Reply
avatar
8 Februari 2016 17.09

Lebih mirip singa dengan surai khasnya daripada srigala :D

Reply
avatar
8 Februari 2016 17.12

Terserahh yang imajinasi daahhh :P

Reply
avatar
8 Februari 2016 17.59 Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
avatar
8 Februari 2016 18.13

Hallo, thanks udah mau tersesat dimari :)
lain kali masukin url di name/Url saja ya, salam kenal :)

Reply
avatar
8 Februari 2016 18.41

Hahaha iya-iya. Eh iya coba kasih rules aja di bawah kolom komentarnya biar pengunjungnya pada tau. Kasian loh yang udah comment panjang-panjang dihapus hehe. Saran aja sih :D

Reply
avatar
8 Februari 2016 18.51

Hahaha boleh-boleh, bisa dipertimbangkan. Btw, ini curhat ya? haha sorry bang kalau ada salah :D

Pikiran saya agak kudet sih, "kalau dikomentarin, ya berkunjung balik" jadi ya kaga perlu kasih url di komentar juga, saya rasa blogger sekarang masih banyak yang punya attitude yang baik, kok ;)

Reply
avatar
9 Februari 2016 11.38

Jepretannya keren lho Bro ;)

Reply
avatar
9 Februari 2016 11.43

Jadi inget mantan kalo ngomongin awan. Awan kinton.

Reply
avatar
9 Februari 2016 12.11

Duh, jadi terharu! Hahaha :D
Masih pemula, Teh :)
Salam kenal, terimakasih uda mau tersesat disini :)

Reply
avatar
9 Februari 2016 12.31

Mantan sakti, tak pernah berhenti bertindak sesuka hati. Mantan sakti, menjadi pengawal mencari kitab suci. Wk! :D
Thanks uda nyasar dimari :)

Reply
avatar
9 Februari 2016 22.56

awan itu lucu kalo dari bawah ngelihatnya
kalo pas naik pesawat serem sik :(

Reply
avatar
10 Februari 2016 06.28

amacaaa? ndak lucuan aku mba Anyin? xoxoxo :D

Reply

Holla, terimakasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak kamu di komentar ya. :)