Minggu, 13 Agustus 2017

Mengenai Kepergian

Pada hari itu, 15 Februari 2017. Saya berharap akan hari-hari yang sederhana seperti biasanya, menghadap monitor komputer sambil berimajinasi memikirkan masa depan yang gaib. Saya terhentak saat ponsel pintar saya berbunyi,  ada nama kontak “Ibuk” dengan jelas tertera sebagai panggilan masuk.

Disuapin budhe
Disuapin Budhe kala itu.

“Adek, tokonya ditutupin dulu semuanya. Wifinya dimatikan saja, budhe meninggal dunia. Naik motornya hati-hati ya!” Bagai tersambar petir di siang bolong saya mendengar kalimat yang diutarakan Ibu.

Saat itu saya bodoh sekali lupa tidak minum air putih sebagai penenang kekagetan saya. Toko lekas saya tutup, wifi saya matikan, dan jemuran baju pun saya masukkan ke dalam rumah. Saat mandi saya masih sangat berharap bahwa saya salah dengar tentang kabar kepergian itu.

Setelah mengunci semua pintu rumah, saya berangkat naik motor tanpa menggunakan helm, iya tanpa helm karena waktu itu tidak ada helm di rumah. Saya berangkat dengan perasaan was-was, sambil memijat kepala saya yang masih tidak mau percaya kalau budhe sudah tiada.

Sesampainya di rumah nenek, saya sudah melihat beberapa orang mengeluarkan kursi dan meja dari ruang tamu. Saat di depan pintu ada orang yang bertanya, “Mas Yoggy tau dari siapa kabarnya?” Saya seperti orang bodoh mencerna pertanyaan tersebut, dan saya masih berharap untuk kesekian kalinya kalau kabar yang diberikan Ibu saya itu salah.

Spontan saat itu saya hanya ingin bertemu nenek, ketika melihat nenek di dapur, beliau menghampiri saya, “Le, tolong emak beliin obat Isosorbide di apotek, dada emak nyeri, persediaan obat habis.” Dalam hati saya berkata, “Mampus, mau minum saja susah Ya Allah” Saya langsung cabut untuk membeli obat pesanan nenek, dan iya tanpa menggunakan helm lagi.

Setelah membeli obatnya di apotek, saya dilema. “Ini nanti sampek rumah nenek aja minumnya apa beli di pinggir jalan dulu ya!” sumpah ya kalau inget itu ada ngakak sama begonya. Akhirnya saya membeli air mineral di depan pom bensin tak jauh dari apotek itu.

Saya tidak akan menjelaskan detailnya kepada kalian disini ya, jangan berharap lebih, ehe. Yang jelas itu adalah momen pertama saya ikut menghantarkan seseorang ke tempat peristirahatan terakhirnya, iya Budhe saya. Saya tidak pernah ikut mengkebumikan orang, waktu almarhum Ayah saya meninggal pun waktu saya masih SD dan itu dirumah saja.

Beberapa hari setelah itu sangat terasa sekali perihal kepergian beliau. Rasanya sakit ditinggal Ayah saya dulu sama ditinggal budhe ini sangat jauh berbeda sakitnya. Beliau itu sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri,  sama halnya dengan tiga yang lain termasuk Ibu kandung saya. Budhe ini orang yang paliiiiinnngggg tulus, baik hati, masakannya nomor wahid dibandingkan ketiga adiknya yang lain, heheh.

Sebenarnya sih pernah juga ada masalah keluarga juga sekitar satu atau dua tahun kebelakang, dan saya memang sangat kesal dengan Budhe saya. Masalahnya sih simpel, uang. Tapi kalau dengan saya pribadi Alhamdulillah sudah kelar masalahnya setelah pernikahan kakak saya.

Budhe itu orang yang baik, orang yang sangat rapat menutup rahasia, dan sangat sayang sekali dengan saya. Bagaimana tidak, beliau itu selalu riweh dan selalu pergi mencari jajanan saat saya datang berkunjung kesana. Saya sampai yakin, kalau beliau sehat dan tidak terkena stroke beberapa bulan belakangan ini pasti masih saja mencarikan jajanan buat saya yang sudah tidak kecil ini lagi, heheh.

Saya menuliskan ini pun menggali ingatan, saya suka sekali dengan mainan Bus yang dibelikan budhe. Meskipun entah dimana sekarang mainan itu, tapi saya sangat ingat fisiknya. Budhe itu sama seperti Ibu saya, mereka berdua itu terlalu tangguh. Apapun di-ayahi (ditangani) sendiri, mereka berdua sama-sama tak mau terlihat lemah dihadapan orang lain.

Budhe itu orangnya bisa menempatkan diri, tidak banyak bicara untuk menasehati orang lain, budhe itu tipe orang yang memberi contoh langsung, bukan tukang ngomel. Karena tidak ngomel dan semuanya dikerjakan sendiri, akhirnya ya tetap dikerjakan sendirian. Itulah saya menilai budhe saya itu terlalu tangguh, terlalu sabar, terlalu super lah.

Saya sangat ingat saat ulang tahun diberi pizza buah buatan Budhe, enak sekali. Semenjak pulang bekerja dari luar negeri cita rasa dan variasi masakan budhe jadi banyak sekali. Masakan biasa dicampur ini itu dan eng ing eng rasanya tetap enak, gila memang.

Beberapa tahun belakangan saya sebenarnya ingin urun dan request buat dibuatkan pizza buah lagi, tapi selalu tidak jadi. Harapan semakin sempit ketika budhe tiba-tiba terkena serangan stroke dan semakin tidak mungkin setelah Budhe sekarang tidak ada lagi.

Tahun ini tidak acara buka bersama lagi dengan budhe, masakan trancam aneka lauk dan es yang segar saat berbuka puasa selalu saja menjadi idola. Sama halnya seperti Iedul Fitri, saya tidak bisa meminta maaf secara personal lagi dengan beliau. “Ya Allah, tahun ini saya udah tidak punya budhe lagi” saya sering bergumam seperti itu akhir-akhir ini.

Sekarang tempat untuk ziarah kubur jadi bertambah satu lagi, sebelumnya hanya mengunjungi makam Ayah dan Mas Gurit. Mungkin hanya ini yang bisa saya lakukan sebagai wujud bakti saya kepada beliau selain berdoa diakhir lima waktu saya.

Selamat jalan ya, Budhe. Semua yang disini sangat kehilangan, apalagi mbah kung. Semoga dihapuskan segala dosa-dosa, diterima amal baiknya, dilapangkan kuburnya dan selalu diterangi jalanNya. Kami semua yang disini kangen dan sayang sama Budhe.
Baca selengkapnya

Kamis, 02 Februari 2017

COVTIME - Kau Adalah (Isyana Sarasvati ft. Rayi)

Yay, kembali lagi pada hari kamis, seperti postingan minggu kemarin, saya upload video bertajuk cover lagu lagi, muehehe. Lagu kali ini milik Isyana Sarasvati feat. Rayi Putra personil RAN lho. Covernya simpel, model thumbnailnya kelihatan songong dan hanya dibuat dari aplikasi pixlr editor secara online, soalnya saya tidak mau riweh.

Kau Adalah
#COVTIME - Kau Adalah (Isyana Sarasvati ft. Rayi)
Nah, penampakan atas itu adalah thumbnail videonya, jadi kalau kalian ingin tau saya buatnya dimana, sudah saya jelaskan di paragraf atas ya. Karena saya tidak mahir editor yang aneh-aneh, makanya pilih simpel atau bayar orang saja, eaaa congkaknya keluar. 

Kalian bisa lihat langsung cover saya di bawah ini ya, tanpa instrumen seperti biasanya, the power of kepedean. 



Sudah dulu untuk postingan kali ini, semoga suara saya bisa lebih baik lagi dan menghibur kalian yang datang kemari. Jangan lupa like, comment dan subscribe videonya di youtube ya! Udah kaya yucubers belom nih? haha. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian juga dibawah ya, see ya!
Baca selengkapnya

Kamis, 26 Januari 2017

#VLOGTIME Iseng Cover Ran - Dekat di Hati

Hallo kesayangan, akhirnya upload video juga! Muehehe. Di postingan sebelumnya saya bilang kalau agak malas untuk menulis, mungkin itu waktunya bikin video daripada blog ini vakum lama lagi, dan taaaaraaaa jadilah video ini.

Ini cover thumbnail videonya. :D

Tolong abaikan hewan-hewan yang beterbangan dalam video saya ini, apa suara saya ini bisa dibilang medok? Hahaha tapi suara yang seperti ini nih yang bikin kangen, beneran deh. Langsung saja kalian bisa play disini, atau kunjungi youtube saya langsung, senyaman-nyamannya kalian, sayang. :D


Bagaimana suara alamnya? Suara burung perkutut berkolaborasi dengan suara saya yang sedang menyanyikan Dekat di Hati punya Ran, hahaha. Ini video yang unik dan membuat saya tertawa sendiri, semoga kalian juga terhibur dengan adanya video ini, haha.

Sekian dulu postingan #VLOGTIME dari saya, mungkin ada yang punya masukan tentang judulnya atau video apa yang kiranya bisa saya buat untuk kalian. Kritik dan saran sangat membantu sih untuk berkarya kedepannya, ehhh tapi di video saya bilang tidak peduli ya? Itu kode kak! peka sedikitttt saja apa susahnya sih. :D

See ya next post or video ya, thanks sudah menyempatkan untuk membaca, melihat pun mendengar. Jangan lupa tinggalkan jejak, jangan sider melulu. Love ya!
Baca selengkapnya

Senin, 23 Januari 2017

Tentang Game dan Permintaan Maaf

Hallo kesayangan, maaf ya beberapa bulan ini saya sering mengacuhkan kamu. Rasanya rindu sekali menulis di blog tercinta ini, hanya malasnya saja yang tidak tertolong. Belakangan ini banyak sekali kasus yang terjadi dan santer di media massa, ya? Saya pun lelah melihat pun mendengarnya. Oleh karena itu beberapa bulan kebelakang saya sering menghabiskan waktu dengan game, iya kebiasaan lama yang terulang kembali. Maaf, karena game saya jadi kurang perhatian denganmu yang setia menunggu tulisan saya. (sumpah ini pede kapan sembuhnya)

Nama gamenya Werewolf Party, kalian bisa coba unduh di Play Store. Kalian pastinya tahu kan apa itu permainan Werewolf? Kalau tidak tahu, coba cari di youtube, para youtuber banyak yang main werewolf yang pakai kartu. Nahh, kalau yang saya mainkan ini yang versi di ponsel pintar, bukan yang pakai kartu seperti biasanya. Peraturannya juga sangat berbeda, tetapi tetap asik sih. Langsung saja kalian coba deh, saya bingung jelasinnya.
Werewolf Party yoggysatya
Screenshot ID Werewolf : Satya

Dari bermain game tersebut saya jadi mempunyai banyak kenalan. Mulai tanggal 17 November 2016 seperti yang tertera di foto, saya mulai gabung dengan clan TCR (Toss Calm Ramekeun), clan yang selalu menduduki rank 1 dan 2 World Wide saat itu, sekarang TCR 2 merosot peringkatnya, jadi sedih. Banyak yang mulai jarang bermain setelah awal tahun kemarin, karena recharge diamond tidak rebate 100% lagi, haha.

Game web based yang saya tahu memang banyak menguras kantong, apalagi di game WWP ini member VIPnya tidak permanen! Ahela, saya baru temukan game ya WWP ini yang VIPnya tidak permanen. Tetapi yang saya sukai, aplikasi obrolan Line saya jadi rame lagi waktu bergabung dengan grup Line TCR, haha. Dulunya, Line ditinggal satu jam saja bisa (999+) chat yang belum terbaca, sekarang sudah mulai sepi lagi sih, yaaa semua ada masanya.

Jadi maafkan saya ya sayang, lama tidak memberimu kabar lewat tulisan-tulisan saya disini. Saya punya keinginan menulis ini tadi saat sedang gila, ngomong sendiri di depan cermin. Jadinya ingin sekali sesekali bikin video sih, siapa tau kalau males nulis mungkin lagi pengen ngomong lewat video kan, ya? Haha.

Sekian dulu ya sapaan saya untuk kali ini, maafkan kalau masih terkesan singkat (emang) dan kaku. Masih mencoba mengumpulkan aura-aura menulis, yaaaaa meskipun dari dulu tulisan saya cuman bau-bau curhatan receh doang sih. Semoga bisa lebih semangat lagi urus blog ini, semangatin dong, kak! See ya!
Baca selengkapnya

Selasa, 01 November 2016

Weekend di Malang

Hallo kesayangan, weekend kemarin saya jalan-jalan ke Malang. Intinya hanya ingin keluar rumah dan menenangkan suasana hati yang entah kenapa belakangan ini jadi cepat sekali berubah-ubah. Akhirnya Malang jadi tempat pelarian saya, karena Surabaya terlalu panas untuk jadi tempat pelarian, duh.
Ngalam Kuy!
Seminggu sebelumnya saya sudah menghubungi teman saya Aji apa dia tidak ada mata kuliah weekend saat itu. Karena sekarang sudah masuk musim penghujan, saya juga tidak janji benar-benar berangkat ke Malang atau tidak. Sebenarnya badan saya juga belum terlalu sehat untuk pergi ke luar kota, yang follow IG saya pasti tahu tentang resep dokter yang saya posting.
Baca selengkapnya

Kamis, 20 Oktober 2016

Aneka Kuliner Internasional di Senayan Jakarta

Jakarta adalah Kota Metropolitan yang bisa dikatakan hampir semuanya ada di sana, termasuk kuliner-kuliner dengan cita rasa Internasional. Anda tak perlu ke China untuk sekadar mencicipi masakan khas Negara Tirai Bambu itu, atau terbang ke Jepang karena merindukan Sushi. Di Senayan, dekat Hotel Fairmont Jakarta, Anda bisa menemukan restoran-restoran yang menghidangkan aneka kuliner Internasional.

Bila Anda berkunjung ke Jakarta, mencari penginapan di Jakarta pun sangat mudah karena ada banyak hotel yang lokasinya dekat dengan fasilitas umum.Terutama di Senayan, di mana Anda bisa berolahraga lari atau main tenis di GOR Bung Karno dan main Golf di Senayan National Golf Club. Jangan lupa cicipi juga aneka kuliner Internasional yang banyak bertebaran di sekitar Senayan, di antaranya:

House of Yuen by Sun Tok Lok

Para penggemar masakan China harus mampir ke House of Yuen by Sun Tok Lok, restoran yang berlokasi di Fairmont Jakarta, Lantai 3, Jalan Asia Afrika No. 8 Senayan, Jakarta Selatan ini akan membuai lidah Anda dengan masakan khas Kanton. Desain dan arsitektur bagian dalam restoran ini sangat elegan dan mewah, karena memang ditujukan untuk tamu kelas atas.

Agaknya, restoran ini memang dikonsep untuk menjamu tamu yang membawa keluarga atau rekan bisnis, karena setiap mejanya terdiri atas satu meja panjang dengan banyak kursi yang empuk seperti sofa. Kursi-kursinya berwarna biru dongker dan ada banyak pot-pot bunga dengan bunga krisan putih dan biru. Di atas meja tergantung lampu keemasan, begitu juga hiasan di jendela dan dinding yang berwarna keemasan.
Sumber foto: nowjakarta.co.id
Perjamuan eksklusif bisa Anda dapatkan di restoran yang merupakan adik dari restoran Michelin-Starred Sun Tok Lok di Hong Kong, dengan menu-menu andalan berupa masakan impor yang dibuat dari bahan langka, seperti sarang burung wallet, Bebek Peking, abalone, dan lain-lain. Jadi jangan terkejut jika harga makanannya mencapai jutaan rupiah.

Motion Blue Jakarta

Ingin makan di restoran sambil mendengarkan musik jazz? Mampirlah ke Motion Blue Jakarta yang ada di Fairmont Jakarta, Lantai 3, Jalan Asia Afrika No. 8.Di sini, Anda akan menikmati menu makanan yang mewah ala Perancis, Jepang, dan Italia.Di dalam ruangan yang mewah berbentuk U, setiap mejanya ada enam kursi.Diterangi oleh lampu kristal emas.

Bayangkan Anda menikmati menu pilihan yang disajikan dengan seni tinggi seperti halnya teknik penyajian makanan-makanan Perancis, ditemani dengan alunan musik Jazz. Anda bisa memilih entah itu Pizza khas Italia ataupun Sushi khas Jepang, dilengkapi minuman dingin yang menyegarkan. Pastinya, restoran ini memberikan sensasi menikmati hidangan tiga Negara dalam suasana berbeda.

Sapori Deli

Sekilas namanya seperti Restoran Padang, tetapi ini sesungguhnya adalah Restoran Italia. Nuansa Italia langsung terasa saat Anda menjejakkan kaki di dalam restoran ini. Dinding dihiasi bata merah dan ornamen kayu. Satu meja kecil dari kayu dilingkari oleh empat kursi. Menu yang ditawarkan adalah Sandwich Italia, Pasta, dan Pizza.
Sumber foto: myfunfoodiary.com
Konsepnya santai dan modern, sehingga cocok bagi Anda yang ingin datang membawa keluarga maupun teman dan larut dalam perbincangan yang akrab dan hidup. Restoran ini juga berlokasi di Fairmont Jakarta, Lantai 3.

Spectrum Dining & Restaurant

Terletak di Fairmont Jakarta, Spectrum menghadirkan konsep restoran dengan dapur terbuka di mana Anda bisa melihat para koki bekerja meracik makanan. Menu-menu yang dihidangkan adalah menu makanan dari berbagai negara, baik itu Barat, Asia, maupun Indonesia.Bahkan ada juga menu masakan Arab dan India.

Desain restorannya sendiri berkonsep metallic, dengan kaca-kaca besar yang memantulkan cahaya dari luar. Makanan disajikan secara prasmanan, sehingga para tamu bisa memilih sendiri makanan yang sudah ada.

Senshu Japanese

Masakan Jepang termasuk jenis masakan yang memiliki banyak penggemar di Indonesia. Di Fairmont Jakarta Lantai 2, Jalan Asia Afrika No. 8, Anda akan menemukan restoran yang menyajikan masakan khas Jepang, yaitu Senshu Japanese. Di antaranya Teppanyaki yang dimasak oleh Koki Tatsuya Sakamoto yang sudah lebih dari sepuluh tahun berpengalaman di Jakarta.

Di Senshu Japanese, Anda akan menemukan hidangan khas Jepang yang disajikan dengan seni tinggi seperti di Restoran Perancis. Bahan-bahan pembuatannya diimpor dari Jepang dalam kondisi segar, baik itu hewan laut, sayuran, daging sapi, dan lain-lain. Teknik penyajiannya dimulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, lalu penutup.
Sumber foto: gastronomy-aficionado.com
Baca selengkapnya

Jumat, 30 September 2016

Lagi Bingung

Lagi Bingung

Judulnya saja bingung, jadi jangan serius-serius baca postingan ini. Sudah mau ganti bulan, sedangkan blog ini rasanya lempeng-lempeng saja tidak ada postingannya. Nah, saya akan bahas kebingungan beberapa menit yang lalu.

Ini tentang lagu, yaps sekali lagi tentang lagu. Saya baru saja nonton video ala stop motion gitu, isinya sedih banget anjir. Berhubung itu video ngehek yang berhubungan dengan aib, tidak perlu dijelasin ya video tentang apaan, haha. Saya sangat tertarik dengan backsoundnya.

Saya sebenarnya penikmat musik, tapi tidak pernah update lagu-lagu padahal dulu yang notabene penyiar radio harusnya tau dikit-dikit lah ya tentang lagu, dan ternyata teori itu mental buat alien seperti saya. Tadi saat dengerin backsound video stop motionnya saya ketik saja liriknya dan klik search! Itu dia cara cari lirik lagu yang tidak saya ketahui judulnya, ehe.

Ketika saya yakin sudah ketemu videonya, ada keanehan. Lho kok? Isinya seabrek ala musikalisasi puisi sedih-sedih gitu. Karena lagunya sih emang mendukung banget buat dibikinin puisi gitu. Setelah beberpa menit berlalu ketemu suara yang lebih jelas, dan saya yakin suaranya emang suara Rosa. Oh iya lagunya berjudul "Hilang Semua Janji" btw.

Sesi anehnya belum kelar nih gaes, sekarang yang muncul full Siti Badriah. "Anjirrr masa iya lagu syahdu gini yang nyanyi dangdutan" Bukannya ndak bisa didangdutin gaes, semua lagu BISA BANGET dibuat dangdutan apalagi koplak eh koploan. Tetapi yang saya dengar itu asli suaranya Rosa banget dan saya ngeyel sama pikiran saya sendiri.

Setelah diubek-ubek, ketemu lagi lagunya siti badriah. Liriknya sama persis, tapi ini musiknya ala-ala india gitu. Jadi lebih yakin bukan siti badriah ini yang nyanyi pertamanya, haha riweh bener. Tetapi saya kurang puas dengan tidak adanya sejenis official video yang ada Rosa nyanyiin lagu tersebut.

Usut punya usut ternyata lagu Hilang Semua Janji itu adalah OST. Cinderella. Saya yang zaman itu sampai sekarang taunya kartun, mendadak hilang ingatan Cinderella itu sejenis sinetron atau ala FTV yang series gitu, whatever.

Lagunya enak kok gaes, sendu galaw gitu. Kalau kamu yakin siapa yang nyanyiin boleh lah komentar disini. Kalau belum juga ketemu siapa yang nyanyiin, boleh kok saya yang nyanyiin, iya buat kamu. Sekian dulu kebingungan yang jadi tulisan ini. Gak nyangka bisa lumayan panjang juga, hahaha. See ya bulan depan, besok udah ganti bulan btw.
Baca selengkapnya

Kamis, 18 Agustus 2016

Kepingan

Kepingan

Selamat malam, Nun. Entahlah kamu membaca ini saat pagi, siang, malam, atau tidak sekalipun. Nampaknya kamu sudah terbiasa bercumbu dengan angka-angka dan rumus bedebah yang sangat saya hindari itu.

Saya tidak bermaksud menganggumu, saya hanya rindu. Rindu saat menunggumu, renyah tawa serta senyumanmu, di gang yang penuh kenangan itu. Saya terkenal ajaib saat menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, tetapi kata-katamu selalu tampak ajaib diindera saya, Nun.

"Kamu lama sekali bawa motornya, ohhh mau lama-lamaan boncengin saya, ya? Saya tahu kok, ya sudah yuk lewat jalan yang itu." haha kamu memang gila, Nun.

Maafkan saya waktu itu, bukankah semua orang pernah jadi brengsek, Nun? Saya tidak pernah bisa menjelaskan segalanya, apa yang terjadi sebenarnya waktu itu.

Akhir-akhir ini saya pun menceritakan apa yang saya pendam bertahun-tahun ini, kepada sahabat kita. Entahlah ia menyampaikannya dengan benar kepadamu atau tidak, setidaknya jika ia memang sahabat kita, ia tak mungkin menambah hal-hal yang memperparah keadaan.

Kemampuan menciptakan bahagia pada diri kita ini terkadang bisa lucu, Nun. Ketika saya dan kamu bahagia, kita tidak menghasilkan titik temu. Tetapi saat sendiri seperti ini, tawa dan senyumanmu tetaplah yang termanis, Nun. Tetaplah jadi wanita tangguh yang selalu mampu memukau saya, di mana pun kamu berada, saya ada.

Kediri, 18082016
Sebenarnya kalau mau nulis apapun bisa sih, malesnya itu lho ya ampun.
Baca selengkapnya