Me
ABOUT ME
Hot Coffee Beans
Selamat datang di website ini, yeay! Perkenalkan nama saya Yoggy Satya, biasa dipanggil sayang. Saya alien yang terlahir dari rahim alien lain yang bernama Mbak Lis. Untuk lebih jelasnya kamu perlu aktif dan tidak mager untuk klik More About Me di bawah ini. Sekian sambutan singkatnya. So, mau salam sayang apa salam unch nih?
MORE ABOUT ME

Gallery

Personal

07052019

- -
"Ibuk tidak buru-buru ingin cucu kan?"

Entah berapa kali saya mulai menanyakan pertanyaan itu, sesuatu yang klise. Saya termasuk tipikal manusia yang cuek dengan hubungan seperti itu, karena itu pun juga mungkin bawaan dari Ibu saya sendiri, haha. Tetapi kalau perkara hati, saya pun tidak tahu dengan pasti apa yang beliau ingini.

Personal

Keresahan

- -
Halo, sudah mendekati awal tahun 2019 saja. Tahun ini banyak sekali hal yang terjadi, seperti tahun tahun sebelum sebelum sebelumnya, ehe. Boleh tidak sih mengucapkan selamat tahun baru ketika masih punya tanggungan untuk beberapa tahun kedepan? Haha gosh!

Yang jelas saya kurang produktif di blog ini di tahun ini, bahkan tidak produktif sama sekali. Kalau merasa seperti ini rasanya nyesel, gitu aja terus bambang! Mau menulis yang galau-galau tapi tidak ada yang nyakitin, gimana dong? Kamu mau nyakitin? Kok jahat.

Personal

Definisi Bahagia Akhir Oktober

- -
Ceritanya mau posting sesuatu yang mungkin menurut kalian tidak penting nih, tapi menurut saya penting dan membahagiakan. Ketika buka notifikasi twitter dan baca kalau tweet balasanmu diretweet oleh seseorang yang kau jadikan idola, receh ya? Tapi itu adalah alasan saya bahagia hari ini.

Soliloquy

Percikan

- -
Maafkan aku, dek. Jika selama ini aku masih membencimu terlalu. Aku memang lelaki, tapi bagaimana mungkin aku baik-baik saja selepas kepergianmu? Saat kamu memutuskan untuk pergi, sejujurnya aku hanya senyum getir membaca alasanmu, mungkin Tuhan mengirimkan karma buruk berupa kamu.

Maafkan aku, dek. Selama ini aku terus belajar menjadi pria yang baik dari Ibuku. Mungkin saja caraku memperlakukanmu akan jauh berbeda dengan ayahmu, pria terbaik yang tidak pernah menyakitimu, katamu.

Maafkan aku, dek. Aku juga pernah mider dengan status pendidikanku pun keluargaku, dan itu pernah aku bandingkan denganmu, begitu pula seluruh keluargamu. Aku merasa kecil, aku berusaha keras, tapi maaf aku tidak memberitahumu, aku kira itu yang terbaik, ternyata tidak bagimu.

Maafkan aku, dek. Aku belum mengenalmu sepenuhnya, mungkin aku mengabaikan sesuatu yang teramat fatal. Hingga kini pun aku masih belajar mengenai perasaan perempuan, dari perempuan terbaik versiku. Saat itu bisa saja aku mengantuk pada suatu bab tertentu, hingga aku mengecewakan pelajaran ibuku dan kehilanganmu.

Maafkan aku, dek. Perasaanku telah terasah dari belia, dari tajamnya lidah hingga lemparan apel malang di kaki sebelah kanan. Sejujurnya jika aku kurang peka, itu bohong. Aku hanya memainkan peran, bisa saja saat itu berlebihan, hingga anomali tak terelakkan.

Maafkan aku, dek. Kamu pasti bosan selama ini aku sering meminta maaf, tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti bagaimana kata maaf sangat berarti. Bukan permintaan maafmu atas lelakimu yang durjana, tetapi kesediaan lelakimu melepas egonya.

Maafkan aku, dek. Ini doa terakhirku untukmu. Semoga kamu bahagia dengan siapapun itu, tidak perlu kamu bandingkan dia denganku, syukuri apa yang ada, dan bahagialah dengan apa yang kamu miliki. Semoga Tuhan selalu mengaminkan doa-doamu.

End