Sabtu, 13 Juni 2015

Ide Kosong yang Penuh

Lagi kosong dan tidak ada ide, aku hanya ingin bertahan menulis. Menulis satu paragraf lalu hapus, menulis dua paragraf dan ditengah jalan blank akhirnya dihapus lagi. Mungkin hari ini aku lelah, sudah lama tidak merasakan naik motor cukup lama yang mengakibatkan pantat panas dan tululnya aku tidak menutup kaca helmku, panas sudah kedua bola mata kerenku.
I have a great idea
Ilustrasi pake foto adik :D


Aku seorang yang buta arah, bukan pengingat jalan yang baik dan embuh pokok yang berhubungan dengan arah-arah dan nama tempat aku selalu malas menghafalnya, lebih tepatnya tidak tertarik dan terasa tidak perlu. Aku tipe orang yang "Ndang mari ndang wis" kalau masalah jalanan, pokok saya sampai tujuan dan pulang selamat itu sudah cukup. Hal tersebut membuat saya kurang perhatian dengan nama jalan, nama toko, tempat belanja, tempat yang ramai dikunjungi orang, dan lain-lainnya.

Kebiasaan kurang tolah-toleh tersebut membuat saya susah disaat ada acara di suatu tempat yang terasa asing bagiku, padahal Aku juga sering melewatinya. Akibatnya beberapa hari sebelum acara diselenggarakan aku mengadakan sejenis survei tempat dan menandainya di ingatan, bukan kencing di tiang listrik dekat tempat tersebut.

Seperti hari ini, aku berusaha untuk mengamati beberapa tempat dan berputar dua kali untuk memantapkan ingatan, duh betapa payahnya otak saya soal jalanan. Setelah dirasa sudah cukup, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Ditengah perjalanan aku tiba-tiba ingin mengunjungi keluargaku, akhirnya aku mengambil rute lain yang sebenarnya lebih lama sampainya kerumah. Kebetulan rumah keluargaku dekat dengan rumah temanku, setelah sesaat stalking akun sosial medianya ternyata dia masih sibuk dengan urusan organisasi mahasiswanya. Sebenarnya ada teman lagi, tapi pacarnya galak, dikit-dikit telepon orang yang dekat-dekat dengan temanku itu, kan jadi syerem.

Berhubung aku dasarnya absurd, akhirnya ya hanya lewat jalanan depan rumah keluargaku saja, gagal mampir. Aku menikmati perjalanan pulang dengan motorku secara perlahan, sampai akhirnya bete karena lampu lalu lintas diperempatan mati, akhirnya arus lalu lintas kacau, kalau tidak hati-hati bisa langsing digencet mobil. Apesnya tiga lampu lalu lintas selama perjalanan mati semua, mungkin memang arus listriknya satu jaringan. Taman kota pun terlihat gelap, entah hal liar apa yang ada dipikiran muda-mudi yang berduaan di taman yang gelap tersebut. Beberapa menit kemudian lampu pun menyala satu persatu mengiringi laju motorku, udah seperti artis yang disambut gemerlap cahaya, tsaaahh.

Aku akhirnya sampai dirumah, sebelumnya aku sempat meminjam laptop punya Alba adikku, iya yang sekarang ini sedang kubuat menulis tulisan yang awalnya pendek jadi sepanjang ini. Akhirnya aku sadar sebenarnya ide itu selalu ada, tinggal kita saja yang mau atau tidak menuangkan ide itu kedalam sebuah karya. Sekarang kamu pun tahu kalau ide itu juga harus dikeluarkan dengan kolaborasi antara kemauan dan tindakan. Ayo sama-sama mulai bertindak, jangan mempersulit sesuatu yang sebenarnya mudah dan jangan menunda-nunda berbuat kebaikan, awali dengan berbuat baik pada dirimu sendiri, semoga dimudahkan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Ide Kosong yang Penuh
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka artikel Hot Coffee Beans? Tambahkan email untuk langganan baca. :)

Holla, terimakasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak kamu di komentar ya. :)