Selasa, 26 Januari 2016

Akhir

Terimakasih untuk menjaganya dalam kesepian, memeluknya dari belakang sebagai kejutan, memberinya kehangatan saat gigil yang paling gigil, dan selalu setia mengiringi pun mendukung apapun keputusannya. Seperti saat aku mendukungnya denganmu, menua denganmu, iya... pencariannya menemui akhir, dan seperti biasanya, akhir itu bukan aku.

p.s : Apa yang kamu tangkap dari kata, "seperti biasanya"?
Atau, ada yang mau mengartikan kata-kata diatas versi masing-masing? heheh
Terimakasih sudah menyempatkan tersesat di blog ini, see ya!

Bagikan

Jangan lewatkan

Akhir
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka artikel Hot Coffee Beans? Tambahkan email untuk langganan baca. :)

8 komentar

Tulis komentar
avatar
27 Januari 2016 06.21

waduh... jadi sedih :")

kalau seperti biasanya, menurut aku mungkin yang emang jadi ekspektasi dan ketakutan kita ehehe, gak ada perubahan apapun XD

nice post kak

Reply
avatar
27 Januari 2016 10.14

melo overload :D
hahaha kenapa kie?
jangan sedih masih muda ini masih buanyak yang kudu dikerjain duluan sebelum akhir penantian *cielah

Reply
avatar
27 Januari 2016 13.07

Duhh, jangan baper please :D

Kalau di versiku sih nunggu terussss... tapi hasilnya nihil. Wk! XD

Reply
avatar
27 Januari 2016 13.08

Jangan dibawa serius laaa mba Anyin.. hahah XD

Reply
avatar
5 Februari 2016 00.10

mari semangat untuk terus menapak masa depan yang lebih cerah

Reply
avatar
Anonim
11 Februari 2016 18.10

wkwkwk makna seperti biasanya lebih tepat buat kata menyerah sebelum berperang xD oke ga? #curcol

Reply

Holla, terimakasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak kamu di komentar ya. :)